,

PT PAS dan PT CHP Diduga Cemari Lingkungan, Warga Bekasi Ancam Demo

oleh

LENSA POTRET – Keberadaan PT. Prakarsa Alam Segar (Mie Sedap) dan PT. Cemerlang Hadi Perkasa (Laundry) kerap dikeluhkan oleh seluruh masyarakat Kaliabang Bungur-Pondok Ungu, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Pasalnya, operasional mereka dinilai selalu membuat kerusakan serta pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.

Ika (57) warga Kaliabang Bungur RT 003/04 Kelurahan Pejuang, mengeluhkan debu dari limbah batubara yang diduga milik PT PAS dan PT CHP. Karena, debu batubara yang bertebaran ke udara telah merusak pemukiman warga.

“Enak banget itu perusahaan pada untungnya doang, kita di sini pada kebagian kotorannya,” kesalnya, Sabtu (9/12/2017).

Ditambahkannya, ketika musim kemarau dan kencangnya angin yang bertiup mengakibatkan bau tak sedap dari debu batubara tersebut.

“Kalau ada angin dan hujan bau banget, pokoknya rumah saya udah kayak kandang bebek gara-gara limbah itu (debu batubara),” keluhnya

Hal senada juga dikeluhkan Siti (27) warga RT 003/04, mengatakan bahwa selama ini dirinya mengalami penyakit gatel dan batuk.

“Dampaknya badan kita jadi pada gatel-gatel dan batuk-batuk. Orang dewasa aja merasakan dampaknya seperti ini, apalagi anak-anak kecil,” kesalnya.

Damiri (39) warga RT 004/01 yang juga sebagai tokoh masyarakat setempat, mengatakan selain adanya polusi udara warga juga telah mengalami kebisingan yang ditimbulkan oleh kedua perusahaan tersebut. Kata dia, jika komplain warga tidak ditanggapi, dirinya beserta warga akan mendatangi perusahaan tersebut.

“Saya sudah ngomong sama RT di sini sebernernya bisa gak sih ngatasin persoalan ini ?. Jangan sampai warga pada demo lagi seperti kejadian yang dulu,” ancamnya.

Tak hanya itu saja, kedua perusahaan tersebut yakni PT. PAS dan PT. CHP selalu membandel dan tak pernah mendengar keluhan masyarakat. Perusahaan tersebut pun, kata dia, tidak pernah menyalurkan Coorporate Social Responsibility (CSR).

“CSR nya kagak ada, yang ada masyarakat di sini banyak yang dirugikan. Bahkan masyarakat banyak yang mengeluhkan sesak nafas dan hidungnya pada hitam karena sering menghirup limbah debu batubara, kepala pusing, dan gatal-gatal,” katanya.

Selain itu, masih kata dia, PT. PAS juga selalu membuang hasil cucian bawang ke sungai terdekat.

“Buangnya ke kali, jadi baunya menyengat banget,” keluhnya.

Terkait hal tersebut, Ali (50) warga RT 004/01 meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi agar segera menindak kedua perusahaan tersebut yang diduga telah mencemari lingkungan.

“Saya berharap kepada Dinas terkait untuk segera turun agar dapat menindaklanjuti persoalan ini, karena masyarakat di sini sudah sangat resah dengan dua perusahaan tersebut yang selama ini kurang memperdulikan lingkungan dan masyarakat sekitar,” pintanya.

Sementara Ketua RT 003/04, Hasan kepada Lensa Potret mengatakan permasalahan yang sama selalu dialami warga, tak segan-segan warga pun selalu mendatangi perusahaan tersebut meski secara spontanitas.

“Waktu itu masyarakat yang mau sholat Shubuh mendengar suara kayak letusan gunung, yang jelas waktu itu masyarakat lagi jam mau subuh melihat PT PAS itu buang kotorannya, dan warga pun langsung kamerain (rekam video, red) untuk membuat bukti-buktinya. Yah namanya juga perusahaan, pas didemo masyarakat ada aja alasannya,” bebernya.

Sekedar diketahui bahwa sumber permasalahan yang dialami oleh warga belum pasti penyebabnya dari perusahaan PT. CHP atau PT. PAS.

“Kalau di sini yang pakai batubara itu PT Pas dan PT CHP. Nah, kalau sekarang ini penyebabnya apakah dari PT PAS apakah dari PT CHP, jadi memang belum tau sumbernya darimana kalau untuk sekarang ini,” pungkasnya. (Afrizal/Panji)

Debu Batubara yang Mengotori Mobil Warga.
Komen yang sopan ya..!!!