,

Ketebalan Jaling 4 Centimeter, Warga Tuding Lurah

oleh

LENSA POTRET : Proyek pembangunan jalan lingkungan (jaling) yang didanai dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran (TA) 2017 dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), di Jalan Bhayangkara RT 012/05 Desa Muarabakti, Kecamatan Babelan.

Endang (61) warga setempat kepada lensapotret.com mengatakan, ketebalan coran jaling tersebut yang seharusnya 15 centimeter numun dikerjakan hanya mencapai 4 centimeter.

“Ini yang paling jelek-jeleknya pekerjaan, selain ketebalan corannya cuma ada 4 centimeter waktu ngecornya juga gak pakai papan bekisting, trus plang proyeknya juga gak ada,” ujarnya, Rabu (10/1/2018).

Diapun mengatakan bahwa buruknya kwalitas proyek tersebut atas dasar perintah dari Kepala Desa setempat kepada pihak kontraktor.

“Jadi waktu saya tegur pihak pemborongnya bilang itu katanya disuruh sama lurah. Ini kan jalanan sebenarnya udah di cor, masa di cor lagi. Kalau saya prediksi, ini lurah kayaknya ada kerjasama (kongkalikong) dengan pemborong,” cetusnya.

Sementara Kepala Desa Muarabakti, Asmawi, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut dirinya membantah.

“Permintaan lurah mah cuma jangan pakai bekisting karna pekerjaannya itu dekat sama sekolah, maksud saya tujuannya jangan sampai mengganggu aktivitas anak sekolah,” ujarnya.

“Kalau masalah ketebalan corannya itu katanya saya yang minta, itu gak bener, enak banget pemborong yang pada nyari untung saya yang jadi kena batunya. Saya juga kemarin dah marah-marah sama pihak pemborongnya, itu kerjaan pokoknya jelek banget itu,” lanjutnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi. (A.Fahrizal/Dedy)

Komen yang sopan ya..!!!