,

Lagi, Ketua PK Kedung Pengawas Diduga Rampok Dana Rutilahu

oleh

LENSA POTRET – Lagi, Indikasi penyimpangan anggaran untuk program rehabilitas Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu- TA 2018) kembali terdengar. Kali ini, di wilayah Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Minggu (18/2/2018).

Salah satu penerima bantuan dana Rutilahu yang berinisial NH (39), kepada lensapotret.com dirinya mengaku kesal atas adanya dugaan pemotongan dana tersebut.

Pasalnya, dana bantuan yang seharusnya diterima full Rp 15 juta, namun nyatanya ia terima hanya sebesar Rp 12 juta. Diduga dana tersebut dikorupsi oleh Ketua Pelaksana Kegiatan (PK) sebesar Rp 3 juta.

“Ceritanya gini pak, disonoh (di Bank BJB) saya terima full dikasih duit Rp 15 juta, trus pas saya keluar (dari Bank) diambil lagi (sama ketua PK/Abdurrahman), bukan saya doang yang diambil, semua (25 penerima manfaat) juga diambil,” kata NH.

“Pokoknya bersihnya saya terima cuma Rp 12 juta pak. Perinciannya, saya dikasih Rp 3 juta buat bayar tukang, Rp 9 juta buat belanja material, harusnya kan dana bantuan itu saya terima full dong Rp 15 juta, masa ini cuma Rp 12 juta,” kesalnya.

Dana bantuan untuk program Rutilahu sebesar Rp.15 juta yang sebelumnya telah diakomodasi Pemerintah Daerah melalui seleksi oleh pihak desa yang didampingi oleh PK (pendamping kegiatan). Ternyata, dalam pelaksanaannya dana tersebut diduga masih menjadi bahan bancakan atau ajang korupsi.

Modusnya pun bervariasi, ada yang dipotong langsung, ada juga dengan manipulasi dokumen dan diduga banyak yang fiktif.

Anehnya, di wilayah Kecamatan Babelan dugaan korupsi dana bantuan untuk program tersebut sudah banyak diberitakan namun aparat terkait sepertinya tutup mata?.

Hingga berita ini diterbitkan Ketua PK Desa Kedung Pengawas belum dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut. (Panji)

Komen yang sopan ya..!!!