,

Soal Dugaan Pemotongan Dana Rutilahu, Camat Sukatani Sarankan Penerima Untuk Lapor Ke Penegak Hukum

oleh

LENSA POTRET– Senin, 26 Februari 2018. Soal adanya dugaan pemotongan dana bantuan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayah Desa Suka Asih, Camat Sukatani menyarankan kepada para penerima manfaat yang merasa dirugikan untuk segera melaporkan masalah tersebut ke ranah hukum, dalam hal ini Kejaksaan dan Kepolisian.

“Pada prinsipnya selama tidak ada apa-apa yah saya sih tidak ada masalah. Cuman kalau ada apa-apa silahkan saja diproses secara jalur yang berlaku. Misalkan disitu ada kaitan dengan pidana, yah silahkan dilaporkan saja, yang penting kan itu ada segala bukit apa segala macam,” ujar Camat Sukatani, Benny.

Dijelaskannya, sekecil apapun dan dalih apapun bantuan yang telah disalurkan oleh pemerintah kepada masyarakat itu tidak boleh ada pemotongan sepeser pun.

“Tidak boleh, tidak diperbolehkan ada pemotongan apapun. Sebelum ada kegiatan program ini juga kita sudah kumpulkan tim beberapa kali, disitu kita tekankan jangan sampai ada pemotongan terhadap program Rutilahu,” tegasnya.

Jika nantinya terbukti ada pemotongan terhadap dana tersebut, sambungnya, dia pun tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 orang penerima bantuan dana untuk program Rutilahu di wilayah tersebut mengeluhkan adanya dugaan pemotongan dana kurang lebih sebesar Rp 6 juta yang dilakukan oleh oknum Pendamping Kegiatan (PK).

Salah satunya yang berinisial BN (58), kepada lensapotret.com dirinya mengaku diberi uang oleh PK sebesar Rp 2.500.000 dan bahan material bangunan senilai kurang lebih Rp 6.000.000. Padahal, kata dia, anggaran Rutilahu untuk satu penerima manfaat itu sebesar Rp 15 juta.

“Jadi saya dikasih Rp 2,5 juta berupa uang tuh (oleh PK), itu juga buat bayar tukang sama keperluan di rumah, trus sama dikasih bahan bangunan nilainya cuma sekitar Rp 6 juta mah ada,” ujar BN.

Baca Berita Selanjutnya : Lebih Sadis, di Wilayah Sukatani Diduga PK ‘Caplok’ Dana Rutilahu Rp 6 Juta

Penulis : Panji

Komen yang sopan ya..!!!