Kembali Terdengar, Warga Kedungpengawas Ungkapkan Pemotong Dana Rutilahu

oleh

LENSA POTRET – Lagi, warga Desa Kedungpengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi kembali mengungkapkan dugaan pemotongan dana bantuan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebesar kurang lebih Rp 3 juta. Kali ini, korbannya adalah ‘NT’ (40).

NT kepada lensapotret.com dirinya mengaku kesal atas adanya pemotongan dana Ratilahu yang dilakukan oleh oknum Pendamping Kegiatan (PK).

“Yah harusnya kan kita terima full Rp 15 juta. Kalau mau dipotong sih silakan aja, tapi yah kira-kira juga, ini mah kebangetan banget motongnya, aturan cukup buat ngebangun jadi gak. Kalau kata saya mah program ini malah jadi bikin kita banyak punya utang,” kesal NT, Jumat (2/3/2018).

Dana bantuan untuk program Rutilahu sebesar Rp.15 juta yang sebelumnya telah diakomodasi Pemerintah Daerah melalui seleksi pihak desa yang didampingi oleh PK ternyata dalam pelaksanaannya dana tersebut masih saja dijadikan bahan bancakan atau ajang korupsi.

Modusnya pun bervariasi, ada yang dipotong langsung, ada juga dengan manipulasi dokumen dan diduga banyak yang fiktif.

Anehnya, di wilayah Kecamatan Babelan dugaan korupsi dana bantuan untuk program tersebut sudah banyak diberitakan namun aparat terkait sepertinya tutup mata?.

“Harapan saya mah kalau bisa dana yang udah dipotong itu dapat dikembalikan lagi kepada yang berhak, ini kan uang dari rakyat juga. Kalau gak bisa dikembalikan, yah inginnya kita mah (warga sekaligus penerima manfaat) itu (PK) yang udah motong hak kita dapat diproses secara hukum, ini kan dah tindakan korupsi,” ujar NT.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua PK Desa Kedung Pengawas Abdurrahman alias Cileng belum dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut. (Deddy/Iwan)

Baca Berita Sebelumnya : Lagi, Ketua PK Kedung Pengawas Diduga Rampok Dana Rutilahu

Komen yang sopan ya..!!!