,

Jualan Online Jaman Now, idEA Gelar Kenduri e-UKM di Kota Bekasi

oleh

LENSA POTRET : Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) kembali menggelar Kenduri e-UKM di Hotel Santika Mega City, Jalan Jendral Ahmad Yani No.1 Bekasi Kota, Kamis (8/3/2018).

Pegelaran di Kota Bekasi kali ini merupakan kota ke-12 yang menjadi tuan rumah Kenduri e-UKM setelah sebelumnya diadakan di Yogyakarta, Makasar, Bandung, Palembang, Surabaya, Medan, Balikpapan, Pontianak, Semarang, Solo dan Denpasar yang melibatkan lebih dari 2000 orang pada tahun 2017 yang lalu.

Kenduri yang bermakna “selamatkan” atau semangat baru yang menjadi dasar dari dilaksanakannya acara pelatihan atau workshop untuk e-UKM di 17 kota berikutnya di tahun 2018 ini.

Ketua Umum idEA Aulia E Marinto menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan e-Commerce di Indonesia melalui stimulasi, sekaligus mendengarkan masukan dari mereka tentang kendala dan harapan yang bisa disuarakan oleh idEA bersama stakeholder-nya.

“Nah dari 12 kota itu ternyata memang lebih banyak penjual yang UMK-nya itu lewat sosial media, kurang lebih sudah ada 2000 dari UMK yang turut ikut serta,” ujar Aulia, Kamis (8/3).

Melalui acara ini, kata Aulia, diharapkan para peserta mampu memanfaatkan teknologi dan kanal digital sampai marketplace secara maksimal, agar dapat mengembangkan dan memasarkan usahanya.

“Kami berharap agar program Kenduri e-UKM ini dapat memberikan pembekalan, jaringan baru, dan solusi bagi para pelaku UMKM untuk bertransformasi secara digital agar bisa berdagang online dengan lebih cepat, tepat, dan efisien,” ujarnya.

Bimo Aryo selaku Cintroduction to Online Marketing, mengatakan, sebagai Negara Indonesia memiliki tugas mensinergikan Pemerintah dimana di sinih sebagai pihak regulator, pihak bisnis dan masyarakat khususnya pelaku UKM untuk dapat merumuskan formula kerjasama dalam meratakan tingkat perekonomian rakyat dan juga pemasukan devisa bagi Nengara

“Kita disini kebetulan dapat dukungan dari Bank BCA, dimana Bank BCA juga Content, mungkin juga sekarang Nasional juga GO Nasional,” ujar Bimo.

Sementara, E-commerce Management Bank Central Asia (BCA) Exel.S mengatakan, darurat UKM adalah suara semangat bagi bangsa untuk segera bangun dan mengejar ketinggalan-ketinggalan.

Semangat untuk menggugah seluruh elemen di ekosistem e-Commerce, mulai dari Kementerian, Lembaga di Pusat maupun Daerah, Gubernur, Bupati juga Walikota, untuk mendengarkan suara dan inisiatif dari pelaku UKM yang disampaikan melalui komunitas paguyuban juga asosiasi.

“Kalau yang di Bekasi ini info dari Dinas ada 10 bisnis. Ada beberapa kategori yang paling besar adalah fashion dan makanan kuliner, makanan seperti kue-kue dan bisa dilihat tadi buskrime hasil produk-produknya yang di Bekasi saja, karena kita memang fokusnya mengembangkan UKM-UKM di Indonesia supaya menjadi level Nasional,” ujar Exel.

Semangat untuk semua pihak terlibat dan mengambil peran memformulasikan grand design UKM goes online yang akan berdampak pada pertumbuhan UKM dan perekonomian bangsa.

Kenduri e-UKM juga merupakan cikal bakal idEA dalam menggelar rembuk UKM Nasional dalam membahas 3 issue penting “Darurat UKM”.

Kenduri e-UKM idEA 2018 akan digelar di 17 kota meliputi Bekasi, Malang, Lampung, Batam, Banjarmasin, Tasikmalaya, Pekanbaru, Jambi, Padang, Tanggerang, Sidoarjo, Palangkaraya, Manado, Ambon, Pekanbaru, Aceh dan Lombok.

Dan menargetkan untuk memberikan edukasi kepada 1700 pelaku UKM. (Panji/A.Farizal)

Komen yang sopan ya..!!!