Bau Sampah di Babelan Akan Berbuntut Demo

oleh

LENSA POTRET – Sejumlah masyarakat Kecamatan Babelan mengeluhkan keberadaan posisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Perumahan Graha Harapan Regency, tepatnya di RT 003/009 Dusun III Desa Babelan Kota yang kurang tepat. Hal ini membuat ketidaknyamanan dan bau sampah pun berbuntut masalah, sehingga masyarakat berencana akan menggelar demo besar-besaran di Kantor Bupati Bekasi.

Ketua DPC LSM Rakyat Indonesia Berdaya Kabupaten Bekasi, Firdaus mengatakan, selama ini pihaknya sudah mengajukan surat permohonan kepada Pemkab Bekasi melalui Bidang Kebersihan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, agar TPA tersebut segera ditutup. Namun, hingga saat ini tak kunjung ada tanggapan dari Pemkab Bekasi.

“Kami sudah layangkan surat ke dinas terkait agar persoalan ini segera ditindaklanjuti, tapi sampai saat ini belum juga ada tindak lanjutnya sehingga membuat masyarakat Babelan geram terhadap pemerintah,” ujar Firdaus, Minggu (9/7/2018).

Firdaus menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi selama ini dinilai sudah tidak memperdulikan dan memperhatikan lingkungan hidup serta keluhan masyarakat.

Sementara Muhidin (35) warga yang tinggal dekat dengan TPA tersebut mengatakan, tumpukan sampah yang sudah menggunung itu membuat warga disekitar pemukiman menjadi resah dan sangat terganggu.

“Keluhan ini sudah sering kita sampaikan ke pemerintah setempat juga, tapi hasilnya nihil, sampai detik ini TPA itu masih beroperasi dan tumpukan sampahnya semakin menggunung. Kami warga berharap agar TPA itu segera ditutup, karena wabah yang disebabkan oleh TPA sampah itu sudah sangat berbahaya untuk lingkungan kami,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Rahardjo (55), kondisi ini, disayangkan dirinya lantaran tumpukan sampah seluas beberapa hektar itu tak berada jauh dari rumah warga yang berjarak hanya kurang lebih beberapa meter saja.

“Kami terkena dampak akibat pembuangan sampah di TPA itu, anehnya Pemda Bekasi terkesan tak mau mendengarkan aspirasi kami, dalam waktu dekat ini kami akan mengadakan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Bekasi, untuk mengetahui sejauh mana pemerintah memiliki kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Babelan,” tegasnya. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!