Wagub Jateng Sematkan Pita Tanda Pembangunan Desa Tertinggal Dimulai

oleh

BANJARNEGARA – Upacara pembukaannya secara simbolis dilakukan penyerahan alat peralatan TMMD berupa penyerahan cangkul dan sekop oleh  Wakil Gubernur Jateng, Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si kepada perwakilan Satga TMMD, di lapangan Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum, Selasa (10/7/18).

Dalam kesempatan yang sama, orang nomor dua Pemprov Jateng tersebut juga menyematkan pita simbolis tanda pembangunan desa tertinggal atau terpelosok dimulai.

Pembangunan dengan menggandeng TNI ini, adalah upaya dari pemerintah propinsi dan daerah untuk segera menyetarakan infrastruktur umum seperti di daerah perkotaan.

Dalam upacara tersebut, Dandim 0704 Banjarnegara, Letkol Inf. Bagas Gunanto, A.Ks,  membacakan target maupun sasaran TMMD Reguler 102 dihadapan seluruh peserta upacara maupun warga yang menyaksikan.

Di kesempatan itu juga, Heru mangajak mengucap rasa syukur karena berkat semangat gotong-royongan dan kebersamaan manunggal dengan TNI melalui TMMD Reguler ini, dirinya dapat menyambangi kembali kota Banjarnegara sekaligus bertatap muka dengan warga masyarakat Desa Pasegeran yang letaknya di pegunungan sejauh 40 Km dari pusat pemerintahan Banjarnegara.

Menurutnya juga, Program TMMD ini adalah bagian dari cara merawat dan mengikat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam mengatasi permasalahan kemiskinan di wilayah, dengan lebih menitik beratkan peningkatan kedaulatan pangan melalui perbaikan akses transportasi umum warga di desa tertinggal serta menekan pertumbuhan penduduk melalui kegiatan Non Fisiknya berupa pelayanan KB, penyuluhan maupun sosialisasi KB sehingga dapat lebih meningkatkan mutu dan kesejahteraan dari sebuah keluarga. Aspek lainnya adalah merperkuat rasa nasionalisme dan patriotisme warga masyarakat dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan.

Oleh karenanya, Heru mengajak agar semua pihak bersinergi bahu-membahu membantu TNI dan warga setempat, jangan hanya berpangku tangan melihat dan mengandalkan pemerintah saja.

Rakyat harus mandiri, berimprofisasi memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki masing-masing wilayahnya. Kalau pemerintah pasti melaksanakan pembangunan namun bertahab dengan skala prioritas.

Selain tabuh gong, acara pembukaan juga dilaksanakan penandatanganan Dokumen TMMD oleh Wagub Jateng yang disaksikan ratusan pasang mata yang memadati lapangan desa tersebut. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!