Aksi Brutal Geng Motor di Babelan Makin Meresahkan Warga

oleh
Ilustrasi dari Google

LENSA POTRET : Aksi geng motor di wilayah Kecamatan Babelan – Kabupaten Bekasi semakin brutal. Mereka melakukan perusakan dan penyerangan terhadap korbannya.

Aksi mereka sudah sangat meresahkan masyarakat. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Pulo Timaha, RT 011/07, Dusun III, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Sabtu (15/9/2018) malam lalu. Sekitar kurang lebih 20 pengendara motor berteriak-teriak di jalan tersebut.

Tak hanya itu, mereka pun kemudian membuat kerusakan dan melukai 2 orang pengendara motor yang sedang melintas di jalan itu. Korbannya ialah Rahul Sanjaya (19) mengalami luka robek di bagian pundak belakang, dan Alifia Nursifah (18) mengalami luka robek di bagian kaki kanan. Keduanya terluka akibat sabetan senjata tajam jenis cerulit.

Melihat luka yang dialami korban sangat parah, akhirnya kedua korban di bawa oleh warga ke RSUD Kota Bekasi.

“Awalnya abis pulang nonton hiburan Jaipongan di Kampung Pulo Timaha, dipertengahan jalan tiba-tiba ada segerombolan orang bawa motor menghadang saya dan teman-teman saya, tanpa bertanya lagi orang-orang itu langsung membacok saya dengan cerulit. Yang kena bacok, saya dan cewek saya Alifia, teman yang lain berhasil melarikan diri,” jelas Rahul, warga Kampung Kedaung, RT 02/01, Desa Kedungpengawas, Babelan, Sabtu (22/9/2018).

Alifia Nursifah (18) Yang Menjadi Korban Keganasan Geng Motor, Saat Diwawancarai lensapotret.com di Rumah Kediamannya.

Terkait hal tersebut, Sekretaris DPC LSM Rakyat Indonesia Berdaya (RIB) Kabupaten Bekasi, Herry meminta kepada aparat kepolisian agar dapat mengusut tuntas kejadian ini yang diduga dilakukan oleh para pelaku sakit jiwa.

“Rasa aman warga sudah sangat terusik. Kalau polisi tidak bisa menangkap pelaku dan tidak bisa menindak serta menghentikan kebrutalan geng motor tersebut, maka akan muncul kerawanan sosial. Akan muncul tindakan main hakim sendiri, tindakan balasan, dan seterusnya yang berujung pada keresahan social,” tegas Herry.

Menurut Herry, maraknya geng motor jelas membuat warga resah. Apalagi sampai menyerang warga yang tengah berdiri di jalan dan tempat-tempat nongkrong.

“Polisi harus meningkatkan patroli, razia, dan mengoptimalkan operasi intelijen. Seharusnya polisi mampu menangkap dan menindak geng-geng motor tersebut. Karena memberikan rasa aman kepada warga adalah tanggung jawab Polri,” ujarnya.

Dia yakin kalau polisi serius, akan sangat mudah membekuk para pelaku tersebut. Polisi memiliki kemampuan membekuk teroris, jadi menangkap geng motor akan bisa cepat dilakukan.

“Para teroris saja mampu diungkap dan ditangkap, masak urusan geng motor nggak bisa,” tutupnya. (Panji)

Komen yang sopan ya..!!!