Meresahkan, Aksi Pungli di SMP Negeri 2 Babelan Terus Terjadi ?

oleh

LENSA POTRET : Akibat lemahnya pengawasan dari Inspektorat Kabupaten Bekasi membuat dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SMP Negeri 2 Babelan terus terjadi.

Salah satu orangtua siswa SMPN 2 Babelan berinisial AR, kepada lensapotret.com dirinya mengaku cukup reseh dengan adanya aksi pungli yang sering dilakukan oleh pihak sekolah.

Adapun pungli yang dilakukan oleh pihak sekolah tersebut kepada para siswanya meliputi, uang untuk membeli bangku sekolah Rp 100 ribu, uang untuk biaya pengecatan bangunan sekolah Rp 10 ribu, uang untuk biaya cek golongan darah murid Rp 25 ribu, uang untuk biaya kegiatan perkemahan Rp 250 ribu dan uang untuk biaya seragam sekolah Rp 900 ribu.

“Jelas keberatan, ini sangat merugikan dan membebani kami. Sebab, penentuan besaran biaya tersebut dan kebijakan yang dilakukan oleh pihak sekolah itu semua tidak didasari dengan pembahasan atau rapat orangtua murid terlebih dahulu,” kesal AR, Jumat (9/11/2018).

Meski tak setuju, kata AR, para orangtua murid lainnya yang keberatan atas pungutan tersebut mengaku tak berani terlalu lantang menyuarakannya kepada sekolah. Sebab, mereka takut keberadaan anaknya di sekolah terancam. Oleh karena itu para orangtua murid memilih memendam masalah itu.

“Secara pribadi saya sudah utarakan keberatan itu. Tapi kepala sekolahnya seperti tidak peduli, malah galakan dia,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kepala SMPN 2 Babelan Jamaluddin ketika dikonfirmasi oleh lensapotret.com melalui pesan WhatsApp hingga saat ini belum menjawab. (Panji)

Komen yang sopan ya..!!!