Proyek Turap Kali Kopeng Diduga ‘Dikorupsi’

oleh
Proyek Pembangunan Turap Kali Kopeng yang Berlokasi di RT 02/ RW 01 Dusun I, Desa Kedungpengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, yang Belum Lama Dikerjakan Namun Sudah Ambruk.

LENSA POTRET : Proyek pembangunan turap atau tembok penahan tanah (TPT) di Kali Kopeng, Desa Kedungpengawas, Kecamatan Babelan diduga dijadikan ajang korupsi. Pasalnya, proyek tersebut baru satu bulan dibangun sudah ‘Ambruk’ dan dikerjakan tidak sesuai dengan kontrak kerja yang sudah ditetapkan.

Berdasarkan keterangan dari Ketua Umum DPP Lembaga Jaringan Organisasi Keadilan Rakyat (JOKER), Jaya Wiganda atau yang akrab disapa Ragil, mengatakan bahwa proyek tersebut yang di bangun dengan dana APBD TA.2018 senilai Rp 497.690.000 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bekasi, dikerjakan oleh pihak rekanan CV.Grafika Nusantara pada bulan Januari 2019.

“Dari pengerjaannya saja sudah ngaco, masa itu proyek baru dikerjakan di bulan Januari 2019, sedangkan bulan Desember 2018 kegiatan proyek pemerintah itukan sudah di PHO (Provisional Hending Over, red) atau dinyatakan selesai semua. Terkait hal ini, kami menduga adanya persengkokolan antara si pemberi kegiatan dengan rekanan untuk meraup keuntungan yang lebih besar,”ujar Ragil kepada wartawan, Jum’at (8/3/2019).

Menurutnya, fakta seperti ini jelas sudah melanggar Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan sudah merugikan masyarakat. “Kami minta pihak terkait untuk segera menindaklanjuti ini karena ada yang tidak beres,” katanya.

Selain itu menurut keterangan dari warga setempat, Niin (55), mengatakan pekerjaan proyek tersebut juga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan dikerjakan secara asal-asalan.

“Amburadul banget bang itu kerjaannya, bahan bangunannya juga masih banyak yang kurang itu, saya kan tukang bangunan, jadi tau semua soal itu. Logikanya gini aja, kalau itu kerjaan sesuai dengan RAB yah gak mungkin itu baru satu bulan dikerjakan sudah pada roboh,” jelasnya.

“Itu pengerjaannya bulan Januari 2019, kalau robohnya (bangunan turap) itu di bulan Februari bang. Tukang yang ngerjain proyek itu juga pas kelar-kelar malam pada terburu-buru (cepat-cepat) kabur katakutan, mungkin takut dikomplain warga kali. Saya dengar Lurah Kedungpengawas juga gak mau menandatangani kerjaan itu, yah mungkin dia (Kepala Desa) gak mau beresiko kali,” lanjutnya. (Her)

Komen yang sopan ya..!!!