Bertahun-Tahun, Warga Babelan Sakit Lumpuh Luput Dari Perhatian Pemerintah

oleh
Muchtar, Salah Satu Anggota DPP JOKER Saat Berkunjung ke Rumah Kediaman Ibu Juju Atau Supri, Yang Berlokasi di Kampung Pintu RT 022/RW 002, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

LENSA POTRET : Di saat gencarnya program pembangunan oleh pemerintah, ternyata masih ada warga yang hidup menderita. Adalah Supri (35) warga Kampung Pintu RT 022/RW 002, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi yang menderita penyakit lumpuh layu selama satu tahun dan belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

Karena miskin, ia hanya bisa pasrah dan terbaring di tempat tidur lantaran tak punya biaya untuk berobat.

Kondisinya cukup memprihatinkan. Semakin hari penyakit yang dideritanya kian parah. Mirisnya, selama satu tahun menderita lumpuh, Supri belum pernah dibawa ke dokter sehingga membuat kondisinya memburuk.

Seluruh tulang-tulang tubuhnya kaku dan mengecil hingga tak mampu lagi bergerak. Bahkan, akibat penyakit yang menyerangnya membuat kedua kaki Supri menghitam dan terkelupas.

Supri adalah seorang duda. Kini, ia tinggal bersama ibunya yang telah lama menjanda dan juga sakit-sakitan, yakni Juju (55), yang bekerja sebagai buruh cuci.

“Sudah 1 tahun lebih keadaan anak saya menderita sakit seperti ini, Pak. Siang dan malam anak saya itu selalu merintih kesakitan, badannya juga sering panas,” tutur Juju sambil meneteskan air mata, Selasa (12/3/2019).

Faktor ekonomi menjadi penyebab Supri tak pernah mendapat perawatan medis. Mengenai hal tersebut, Juju sebagai orangtuanya membutuhkan uluran tangan serta perhatian dari pemerintah setempat maupun daerah.

“Buat makan saja susah, Pak. Untungnya saya ada kulian nyuci yang bisa diandalkan, meskipun bayarannya gak seberapa. Itu pun sebenarnya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Juju.

“Sebenarnya saya sangat berharap anak saya ini bisa dibawa berobat dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Saya ingin anak saya bisa sembuh, bisa kembali normal. Tapi apa daya saya, untuk bawa anak berobat tidak mempunyai biaya. Kalau harapan kami pemerintah harus perduli kepada rakyat kecil,” lanjutnya.

Sementara, saat anggota DPP Jaringan Organisasi Keadilan Rakyat (JOKER) berkunjung ke rumah kediaman Supri, mengatakan bahwa kinerja Dinas Kesehatan (Diskes) Pemkab Bekasi dinilai masih belum memuaskan.

“Ujung tombak pelayanan kesehatan masih kerap kecolongan memantau kondisi warga miksin yang sakit dan mebutuhkan bantuan. Kalau seperti ini, pada ngapain aja itu pihak terkait kerjaannya ? Trus digunakan untuk apa saja itu anggaran pemerintah ? Itu uang rakyat, harus kembali ke rakyat. Jika pemerintah tidak tanggap dengan hal seperti ini, maka kita akan demo minta keadilan untuk rakyat,” ujar salah satu anggota DPP JOKER, Muchtar, kepada wartawan. (Her)

Komen yang sopan ya..!!!