Aktivitas Proyek HDP dan GBB Bikin Resah, Warga Babelan Ancam Demo

oleh -1.380 views

LENSA POTRET : Ratusan warga Kecamatan Babelan mengeluhkan aktivitas proyek pengurugan yang dilakukan oleh pengembang perumahan dari PT.Hasana Damai Putra (HDP) dan PT.Griya Bangun Bersama (GBB) di wilayah Kampung Turi, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, hampir setiap hari lalu lalang dump truk pengangkut tanah milik PT.Mitra Tata Abadi Bersama (MTA), PT.Haemes Mandiri Sejahterabanta (HMS), PT.DRD dan PT.BKPN melintas di Jalan Raya Babelan yang saat ini sedang dalam proses perbaikan dan mengganggu aktivitas warga.

Wawan (41), salah satu warga Babelan RT.013/RW.003 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan menuturkan, perbaikan Jalan Raya Batas Kota Bekasi – Pangkalan Babelan yang saat ini sedang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui pihak ketiga dianggap percuma dan sia-sia.

“Karena hampir setiap hari, puluhan hingga ratusan muatan truk melebihi tonase itu masih saja melintasi jalan tersebut. Armada dump truk itu tidak pandang waktu untuk melintas, siang dan malam dump truk itu terus beroperasi,” ujarnya, Kamis (5/9/2019).

Selain merusak jalan yang sedang diperbaiki, kata Wawan, para sopir dump truk tersebut melintas ugal-ugalan dan menimbulkan polusi udara dengan debu yang mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. “Setiap melintas sopir-sopir itu tidak memperhitungkan pengguna jalan lain, termasuk warga di sini,” cetusnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Herman (44), warga Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan mengatakan, debu dari truk pengangkut tanah itu beterbangan dan menumpuk di rumah-rumah warga hingga mengganggu pernafasan. Selain itu, sejumlah pemilik warung makan dan toko di pinggir jalan jadi kotor.

“Tidak hanya merugikan usaha orang lain, debu dari mobil-mobil truk itu juga sangat mengganggu kesehatan kami. Anak-anak kecil banyak yang batuk dan mata iritasi karena terkena debu,” keluhnya.

Kondisi itu sudah cukup lama dikeluhkan warga Kecamatan Babelan. Namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari para instansi terkait.

Masih kata Herman, lambannya penanganan dari pihak Muspika terkait seperti Aparatur Desa/Kelurahan, Kecamatan maupun Aparat Penegak Perda, karena hal tersebut menurut Herman telah merugikan banyak pihak yakni warga Babelan terlebih lagi para pengendara yang melintasi jalan tersebut.

“Yang jadi pertanyaan kami, pada kemana itu Lurah, Camat, Lantas Polsek Babelan dan Dishub Kabupaten Bekasi ? Kok pada diam-diam aja, ada apa ini ? apa jangan-jangan ada sesuatu ?,” cetusnya.

Dirinya meminta kepada pemerintah setempat agar segera menindaklanjuti keluhan warga Babelan akibat yang ditimbulkan oleh aktivitas proyek pengurugan di wilayah Kampung Turi, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara.

“Kami sudah sangat resah dengan hal ini. Apabila keluhan warga tidak segera digubris, maka kami masyarakat akan menggelar aksi demo,” tutupnya. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!