Miris, Balita Penderita GAGAL HATI Asal Babelan Luput Dari Perhatian Pemerintah

oleh -777 views

LENSA POTRET : Nazril, balita berusia 6 bulan asal Kampung Babakan RT.007/ RW.004 Dusun II, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi yang menderita penyakit Atresia Bilier (gagal hati) nyaris tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat, meski kondisinya saat ini masih cukup memprihatinkan.

Nazril merupakan anak pertama dari pasangan, Endang Saputra dan Winda Winanda. Melihat kondisi anaknya tersebut, Endang dan Winda mengaku jika hatinya kerap teriris menyaksikan penyakit yang diderita buah hatinya.

“Anak kami menderita penyakit gagal hati mulai berusia 2 bulan. Untuk kondisinya yah makin memburuk pak,” ujar Endang, ayah Nazril, Kamis (23/1/2020).

Endang mengaku berhenti bekerja sebagai buruh tukang las sehingga sudah tak memiliki biaya lagi untuk pengobatan sang anak, sebab dirinya sudah 3 bulan menganggur karena harus fokus mengurus pengobatan anaknya di rumah.

“Perawatan ke rumah sakit memang menggunakan KIS. Tapi tetap saja harus mengeluarkan uang banyak kalau mau dirawat di rumah sakit, seperti untuk biaya operasional, rental mobil, dan lain-lain, saya tidak mampu,” ungkapnya.

Pihak keluarga berharap ada orang dermawan yang bersedia membantu perawatan anaknya di rumah sakit. Sebab pihak keluarga sangat tidak mampu menanggung biaya perawatan.

Ditanya mengenai perhatian pemerintah setempat, pihak keluarga tidak banyak berkomentar.

“Jangankan bupati, pemerintah desa saja belum pernah melihat kesini, padahal orang sekampung di sini udah pada tau keadaan kami,” kata Jamun (66), kakek Nazril.

Melihat hal tersebut, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Jaringan Organisasi Keadilan Rakyat (DPP-JOKER), Herry ZK, turut prihatin dengan apa yang dialami Nazril.

Untuk itu Herry berharap, pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah terbaik untuk membantu warga tersebut guna memperingan biaya keluarga Nazril selama menjalani pengobatan.

“Tentunya kita berharap pemerintah dapat membantu dan memfasilitasi untuk melakukan pengobatan atau perawatan, diluar tanggungan KIS, sehingga bisa meringankan beban biaya keluarganya,” pungkas Herry.

Penulis : Redaksi

Komen yang sopan ya..!!!