Mahasiswa : Awas Pemkot Bekasi Salah Mendiagnosis

oleh -305 views
Yusril NG ,Ketua BEM Universitas Mitra Karya Kota Bekasi.

Wabah Covid-19 memang menjadi pukulan telak bagi seluruh umat manusia . Pasalnya pademi yang menyerang seluruh dunia ini telah melumpuhkan sektor-sektor penting roda kehidupan manusia ,sebut saja sektor ekonomi yang lumpuh , pendidikan yang terhambat , dan sektor sosial yang membuat manusia menjadi makhluk ‘anti’ sosial .

Sektor kesehatan jelas menjadi sektoral yang paling besar terkena dampaknya , menurut pantauan tim Lensapotret.com, di seluruh dunia kasus Covid-19 mencapai 1,25 Juta jiwa dan terus bertambah tiap harinya.


Di Indonesia sendiri kasus covid-19 mencapai 2.491 orang yang dinyatakan positif Corona , 192 sembuh dan 209 meninggal, data ini diambil dari fitur yang disediakan oleh Kemenkes melalui jejaring sosial whatsapp pada Senin (6/4/2020).


Kota Bekasi sendiri berdasarkan Informasi yang dicatat melalui aplikasi Pikobar memiliki 37 orang yang dinyatakan positif , 1 positif meninggal , 435 ODP, dan 228 PDP . Di Kota Bekasi baru 1 pasien yang dinyatakan sembuh .

Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Walikota Bekasi pada wawancara oleh CNN Indonesia (1/4) yang mengatakan bahwa ada 24 orang dikota Bekasi yang meninggal akibat Corona . Meski pada Kamis (2/4) Pepen sapaan akrabnya menarik kembali ucapan tersebut dan menggantinya dengan ke-24 orang tersebut meninggal akibat penyakit khusus.

Menanggapi hal tersebut Yusril tokoh Mahasiswa Bekasi menyebutkan jika apa yang dilakukan oleh Pemkot Bekasi tidak manusiawi , sebab kesalahan tersebut berdampak buruk bagi kelurga korban yang dinyatakan positif namun tidak benar-benar positif.


Ia juga menjelaskan pengalaman saat mencoba mencari tau dampak yang ditimbulkan akibat pernyataan keliru dari pemerintah ini ,dan ternyata sangat miris , keluarga korban harus dikucilkan oleh tetangga sekitar , jenazah almarhum pun tak ada yang mau ber takziah.


“Saya pernah mencoba mencari tau saat ada pemerintah menyatakan bahwa di Margahayu , Bekasi Selatan ada salah satu pasien yang dinyatakan meninggal akibat Corona, saat saya kesana saya tidak bisa bertemu keluarga korban karna sedang di isolasi mandiri , dan rumahnya dikasi sesuatu tanda. ” Katanya

“Kalau begini jadinya kan parah , keluarga korban harus menanggung beban moril atas pernyataan keliru dari pemerintah , hal-hal yang seperti inilah yang merugikan masyarakat yang tidak tau apa-apa.” ucapnya

Dan menurut penelusuran Yusril ternyata orang tersebut memang memiliki penyakit bawaan (TBC) yang sudah kronis , dan pernyataan ini didukung oleh revisi pernyataan walikota Bekasi. Namun nasi telah jadi bubur sang korban salah diagnosa telah dimakamkan layaknya orang yang terkena virus Corona.

“Lalu setelah saya tanya warga sekitar ,ternyata orang itu punya riwayat TBC yang parah dsn kemungkinan meninggal nya akibat itu , tapi apa mau dikata sekarang beliau sudah dimakamkan seperti orang yang positif corona.”ungkap Yusril ,Ketua BEM Universitas Mitra Karya


Yusril menyayangkan tindakan pemerintah Kota Bekasi yang salah Mendiagnosa penyebab kematian pasien , menurutnya jika hal ini terjadi lagi Pemkot Bekasi dan Dokter yang mengeluarkan pernyataan bisa dituntut dengan pasal berlapis.


“Sangat ,disayangkan sekelas Pemerintah Kota maupun Walikota bisa salah Informasi seperti ini dan dampaknya juga sangat besar untuk warga Kota Bekasi, kalau ini terjadi lagi , bisa saja masyarakat langsung menuntut Pemkot dengan pasal Berlapis.”tuturnya

Terakhir Ia menambahkan walaupun akhir-akhir ini covid-19 merupakan virus yang mematikan, tapi tidak semua kematian yang terjadi saat-saat seperti ini dinyatakan meninggalnya satu insan karena Corona, seharusnya lebih teliti lagi dalam memberikan pernyataan tersebut, kan kasian keluarganya. Dan jangan sampai hal-hal yang tidak memanusiakan manusia yang terjadi di Jawa tengah terulang lagi di kota kita.

Saat tim Lensapotret.com mencoba mengkonfirmasi berita ini ke pihak yang berwenang (Dinkes Kota Bekasi) ,masih belum mendapat jawaban apapun.(Rfl)

Komen yang sopan ya..!!!

Tentang Penulis: Rafli