Pembagian Bansos Tidak Tepat Sasaran, Warga : Lurah Margajaya Kemana Aja

oleh -310 views
Lurah Margajaya Etty Kurnaeny

LENSAPOTRET.COM : Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan pembagian bantuan sosial berupa paket sembako bagi warga dilakukan secara bertahap.
Pembagian paket sembako bagi warga terdampak ekonomi karena Covid-19 telah dilakukan sejak Jumat (17/4/2020) kemarin.


“Hari ini, kita informasikan kepada seluruh warga masyarakat kemarin sudah didistribusikan 6 ribu paket, hari ini 9 ribu paket dari total 150 ribu paket yang akan disediakan,” kata Rahmat saat jumpa pers di Stadion Patriot Candrabaga, pada Sabtu (18/4/2020).


Pria yang disapa Pepen itu menuturkan sistem pendistribusian paket sembako menggunakan jaringan kecamatan, kelurahan, RT RW, maupun jaringan Polsek dan Koramil.


Pengiriman bantuan langsung diantarkan ke rumah penerima manfaat tersebut.


“Jadi semua adalah serba by name by address dapatnya. Saya berharap semua ini dikontrol berama-sama baik RT RW dan tokoh masyarakat jangan sampai ada yang overlap, jangan ada yang double,” beber dia.


Pada Realisasinya yang terjadi di Kelurahan Margajaya berbeda dengan yang disampaikan oleh Walikota Bekasi tersebut .


Total ada 577KK di kelurahan Margajaya yang menerima Bantuan sosial dari pemerintah Kota Bekasi , namun dari ke 577 KK tersebut masih ditemukan banyak kejanggalan .


Salah satunya adalah banyaknya warga yang masuk kedalam kategori mampu mendapat bansos tersebut.


Hal tersebut terjadi lantaran banyak warga di kelurahan Margajaya yang mencoba daftar secara online sendiri , ini disampaikan oleh Iman salah satu ketua RT yang mendampingi petugas kelurahan dalam pembagian sembako pada Sabtu Malam (18/04/2020).


“Banyak warga dari sini yang daftar online , jadi datanya langsung RT tidak tau menau.”ucapnya saat ditanya oleh salah satu reporter Tim Lensapotret.com


Di Margajaya sendiri ada beberapa nama yang mendapat bantuan sosial namun terlihat janggal , seperti bergelar Dr , Memiliki Kwh Listrik lebih sari 900kwh , bahkan ada yang sampai memiliki mobil dan beberapa motor dirumahnya.


Salah satu warga yang tergolong mampu berinisial IW mengungkap jika dirinya mencoba mendaftar secara online melalui situs yang disediakan , dan hal tersebut untuk menjadi mencontoh kepada orang tua nya yang sebelumnya ingin mendaftar bantuan.


“Awalnya saya ingin mencontohkan kepada orang tua saya , saya juga bingung kok bisa dapat . Makanya tadi pas ada petugas kelurahan yang datang saya menolak karna masih banyak yang membutuhkan daripada saya ” Ucapnya


Menanggapi hal ini , Aktivis Mahasiswa dan Juga Ketua BEM Universitas Mitra Karya Yusril Nama Gelar. mengatakan jika hal -hal seperti ini seharusnya tidak terjadi jika sistem yang disediakan oleh pemerintah berjalan maksimal.


“Harusnya ,yang kayak begini bisa di hindari kalo saja sistem yang ada pada Pemkot bisa di perbaiki, ada beberapa bug yang ada pada form pendaftaran makanya jadi kisruh begini.” katanya


Ditambah dengan saling lempar tanggung jawab terkait verifikasi dan validasi berkas masuk itu wewenang siapa , Yusril meminta untuk pemerintah menyatakan sikap agar masyarakat tidak bingung dibuatnya.


“Yang terpenting kan saat ada form pendaftaran pastikan ada verifikasi dan validasi nah ini tanggung jawab siapa? Sedangkan pihak kelurahan mengatakan wewenang dinsos sedangkan walikota mengatakan melalui jaringan kelurahan, ini kan membingungkan warga.” tuturnya

Salah satu lansia di Margajaya yang namanya tidak ingin disebut juga mengungkap kan kekecewaan nya pada awak media , Ia sangat kecewa lantaran selama ini dirinya tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah , dan juga mempertanyakan kemana Lurah Margajaya yang saat ini Mejabat .

“Seumur-umur ya mas , saya ga pernah dapet bantuan apa-apa dari pemerintah , saya pengen tau kemana lurah kita saat situasi kayak gini.” ujarnya

Saat Tim Lensapotret.com mencoba mewawancarai Lurah Margajaya Ibu Etty Kurnaeny S.E,. M.Si pada Jumat malam (17/04) Beliau memilih untuk menolak dengan alasan harus berkeliling lagi . (Rfi)

Komen yang sopan ya..!!!

Tentang Penulis: Rafli