Kota Bekasi Darurat Korupsi

oleh -234 views

LENSAPOTRET.COM : Aksi Ujuk rasa kembali digelar dalam suasana PSBB Kota Bekasi. Aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (APERMASI) pada Jumat(22/5) di depan pintu masuk fly over Ahmad Yani .

Adapun agitasi yang disampaikan pada saat itu sebagai berikut :

Penyebaran virus corona belakangan ini masif dibicarakan oleh semua kalangan sehingga konsumsi masyarakat mengenai dampak yang terjadi menjadi sangat menakutkan dan bahkan bukan hanya ingin memberantas populasi manusia, tetapi juga berdampak kepada ketidakstabilan ekonomi, sosial, maupun politik negara. Hal ini memang telah terjadi pada realitas saat ini.


Namun ada yang lebih menakutkan dari penyebaran pandemi saat ini, yaitu massif nya pemanfaatan situasi pandemi dengan hadir nya para pegiat korupsi yang tetap eksis pada dunia perpolitikan, kenapa begitu menakutkan? Jelas korupsi ialah suatu tindakan perampasan hak orang lain untuk menguntungkan personal maupun golongan yang diusahakan pada pemanfaatan ruang-ruang aksi untuk mengrogoti tubuh demokrasi.

Pondasi yang begitu mengikat pada tubuh NKRI adalah suatu system demokrasi, apabila demokrasi sudah dicederai maka lenyaplah sudah pondasi tersebut, apabila pondasi hancur artinya keberlangsungan NKRI akan tercerai berai.


Lebih miris nya ialah pegiat-pegiat korupsi sudah berani menghinggapi pada tubuh-tubuh mini. Hal ini kita dapati pada tatanan pemerintah kecil yaitu kecamatan rawalumbu.

Dengan dinahkodai oleh Dian Herdiana, beliau membawai kapal ini mendekati suatu kehancuran pada tubuh kapal, awak kapal maupun penumpang didalamnya dalam hal ini (masyarakat kecamatan rawalumbu).


Dengan dimuatnya oleh beberapa media bahwasanya dian herdiana telah menyunat honor para pamor setengahnya yakni bernilai RP.100.000. Padahal meraka setia membantu setiap hari dalam penanganan pembatasan social berskala besar (PSBB) sebagai bentuk pemutusan mata rantai penyebaran virus covid-19.

Hal ini adalah suatu perbuatan ketidakpatuhan pada hukum yakni dalam undang undang republik Indonesia No 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi tercantum pasal 423 dan pasal 425 KUHP, dijelaskan pasal 12 e,f,g mengenai pemerasan dalam jabatan dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00.

Kemudian kami dari Aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (APERMASI) Kota Bekasi akan bersikap tegas pada apapun bentuk tindakan perampasan hak orang lain. Sikap tegas ini kami realisasikan pada aksi jum’at 22 mei 2020 dengan tuntutan sebagai berikut ;


1.Menuntut Walikota Bekasi pecat Camat Rawalumbu Kota Bekasi Dian Herdiana.


2. Usut tuntas dengan cepat Kasus Penyunatan Honor Para Pamor oleh Camat rawalumbu Dian Herdiana.


3. Mendesak camat rawalumbu dian herdiana untuk mempublikasikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan.

4. Non jobkan semua instansi/elemen yang bekerjasama dalam kasus penyunatan honor PSBB para pamor.

Adapun Koordinator lapangan yaitu Lintar Maulana dan Rahbar Ayatullah Khomeini sebagai agitator (raf).

Komen yang sopan ya..!!!

Tentang Penulis: Rafli