Soroti Pengadaan KIA 2,3 Miliar Oleh Pemkot Bekasi, BEM UMIKA : Kami Akan Segera Lapor ke BPK Jabar

oleh -225 views

LENSA POTRET.COM : Kartu Identitas Anak (KIA) adalah identitas resmi anak yang berusia di bawah 17 tahun dan fungsinya mirip dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki oleh orang dewasa. Melalui Permendagri No 2 Tahun 2016 KIA secara resmi disahkan dan mulai dijalankan pencetakannya diberbagai daerah Kabupaten/Kota.

Kota Bekasi sendiri telah melakukan Lelang terkait pengadaan Blanko Kartu Identitas Anak (KIA) pada Februari lalu dengan Pagu Anggaran 2,5 Miliar . Tender tersebut dimenangkan oleh Karsa Wira Utama dengan Nilai Penawaran 2,3 Miliar .

Menanggapi hal tersebut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Yusril N.G, menyoroti membengkaknya anggaran pengadaan KIA sampai dengan angka 2,3 Miliar . Menurutnya angka tersebut terlalu besar dibandingkan dengan Kota/Kabupaten lain yang juga melakukan hal yang sama .

“Angka ini sangat besar dibandingkan Kota Palembang yang hanya mencapai 1.6 Miliar dan Kabupaten Kuningan dengan nominal 200 Juta.”ungkapnya

Yusril menuturkan bahwa pengadaan KIA di Kota Bekasi tidak se-urgent kelihatannya, karna pada tahun 2019 lalu Disdukcapil Kota Bekasi telah menerbitkan 130.000 KIA .
“Tahun 2019 kemarin kan telah menerbitkan 130.000 KIA, jadi untuk tahun ini rasanya tidak se-urgent seperti kelihatannya.”tuturnya

Ia juga menyebutkan bahwa dengan Anggaran sebesar itu Pemerintah Kota Bekasi harusnya dapat mendapat 500 ribuan Blanko KIA , Angka tersebut juga terbilang besar mengingat jumlah penduduk Kota Bekasi sebanyak 2.9 juta jiwa.

“Dengan anggaran 2,3 miliar Pemkot harusnya bisa dapat 500 ribu lebih Blanko KIA yang baru, ini meningkat empat kali lipat dibanding tahun lalu.” ucapnya

Sebagai agent sosial of control dirinya tidak akan tinggal diam melihat pembengkakan Anggaran yang terjadi, Ia berencana untuk mengadukan hal tersebut ke BPK Jabar sebagai langkah awal melakukan kontrol terhadap kebijaka-kebijakan Pemerintah Kota Bekasi.

“Rencananya kami atas nama BEM ingin melakukan pengaduan kepada BPK Jabar untuk mengetahui adakan kejanggalan berupa mark-up atau lainya , namun sampai saat ini ada masalah dalam proses pengaduan jadi kami menunggu sistemnya pulih dan akan langsung melaporkannya ke BPK.”tandasnya

Komen yang sopan ya..!!!

Tentang Penulis: Rafli