Penggunaan Anggaran Koboi Desa Babelan Kota, Banyak Kejanggalan Terungkap

oleh -899 views
Foto : Ilustrasi Google

LENSA POTRET : Dugaan pemalsuan tanda tangan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) Desa Babelan Kota Tahun 2020 semakin jelas adanya.

Lensa Potret menelusuri fakta-fakta lewat RAB Desa Babelan Kota yang tampak banyak kejanggalan. Salah satunya penggunaan anggaran.

Salah satu narasumber yang diklarifikasi adalah Kepala Urusan (Kaur) Ekonomi Desa Babelan Kota, Murdan. Saat ditanya, Murdan mengakui tidak pernah sekalipun membubuhkan tanda tangan sebagai pengguna atau pelaksana kegiatan anggaran di RAB itu.

Dia bahkan terkejut jika ada tanda tangannya tertera sebagai pengguna anggaran dengan jumlah yang luar biasa, mencapai ratusan juta.

“Selama menjabat sebagai Kaur Ekonomi, gua cuma dilibatkan tanda tangan absen doang sama honor. Kapan gua ngegunain anggaran?, kapan gua ada berita acara?,” ucap Murdan yang tak bisa menyimpan keterkejutannya, Kamis (6/8/2020).

Salah satu kegiatan yang terdapat tanda tangan dan nama Murdan adalah pada Bidang Pembinaan Kemasyarakatan dengan plafon anggaran sebesar Rp141.665.000.

Pada RAB, anggaran itu disahkan Kepala Desa Babelan Kota Saidih, Sekretaris Desa Babelan Kota Supriyadi, dan pelaksana kegiatannya Murdan atau dia sendiri. Itu ditandatangani pada 29 Juni 2020.

“Pengguna (anggaran) kita kaga ada. Gak pernah jadi pengguna atau pelaksana kegiatan anggaran semenjak jabat,” kata dia.

Dia bahkan meminta laporan keuangan sebelumnya karena khawatir ada tanda tangannya juga yang tertera dalam laporan anggaran.

“Kalau bisa dari tahun 2016 hingga 2019 juga dilihat tuh. Kita gak pernah tanda tangan pengguna anggaran,” kata dia.

Kegiatan lain yang terdapat tanda tangan dan nama Murdan adalah Pengembangan Sarana Prasarana Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi dengan plafon anggaran sebesar Rp44.490.000 yang ditanda tangani pada 29 Juni 2020.

Pada tanggal yang sama, ada tanda tangannya lagi, yakni pada anggaran Pembentukan Struktur BUMDes sebesar Rp11.328.000.

Murdan kaget soal hal itu dan tidak habis pikir ada oknum yang berani memalsukan tanda tangan pada pengguna anggaran tersebut.

“Itu mah udah kacau. Udah gak benar ini mah,” kesalnya.

Dia pun siap untuk bersaksi kepada masyarakat dan siap jika dimintai keterangan atas hal itu.

“Empat orang sementara (kaur yang siap memberi keterangan, Red). Kemarin udah dikumpulin. Mereka siap hadir untuk dimintai keterangan,” ucapnya. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!