Joker Tantang Bupati Bekasi Turun ke Bawah dan Lihat Kondisi Masyarakat Babelan

oleh -586 views

LENSA POTRET : Tinggal di sebuah rumah tidak layak huni pada usia senjanya adalah kenyataan yang dihadapi Tunjung (80), warga Kampung Pangkalan, RT 009/03, Desa Kedungpengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Tunjung tinggal di rumah yang berdindingkan tripleks dan anyaman bambu. Tiap malam dia merasakan kedinginan karena celah rumahnya tidak rapat. Saat hujan turun, rintik-rintik air pun mampir ke dalam rumah.

Bersama sang anak, Junaedi (58), Tunjung tinggal dalam kondisi rumah yang hampir ambruk berlantaikan tanah.

Junaedi bekerja sebagai buruh perkebunan. Saat bekerja, Tunjung seorang diri di rumah itu. Dia berjalan tertatih-tatih dalam beraktivitas.

“Makan yah seadanya, kadang makan kadang enggak. Seumur hidup kami baru ngerasain makan enak itu lauknya nasi baru sama tahu-tempe doang. Kalau seringnya makan sama cabai mentah doang dicampur garam,” ucap Junaedi, Kamis (3/12/2020).

“Harapannya semoga pemerintah dapat membantu keadaan kami yang sekarang. Kita juga pengin banget punya rumah yang layak. Semoga aja pemerintah dapat membantu bagusin rumah kami,” harapnya.

*Joker*

Sekretaris Jenderal Jaringan Organisasi Keadilan Rakyat (Joker), Herry ZK, mengkritisi Pemkab Bekasi yang dianggap hanya tebar pesona tetapi tidak memerhatikan kondisi masyarakatnya.

“Ada nenek-nenek kelaparan di Babelan, yang kaya gitu harus Bupati perhatikan. Jangan cuma turun ke lapangan foto-foto doang. Jadi bupati itu kudu peka, dan tanggap,” kata dia.

Bupati, menurut dia, seolah tak peduli terhadap Babelan.

“Contohnya, jalanan raya Babelan udah puluhan tahun rungsep udah kaya kobakan kebo pas hujan, sampai saat ini belum juga diperbaiki,” tegas dia.

Dia menantang Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja turun ke lapangan untuk mendengarkan keluhan masyarakat bawah.

“Joker tantang bupati turun ke bawah. Kalau bupati gak berani turun untuk berkunjung ke rumah nenek tersebut, berarti bupati alergi sama warga miskin,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Herry dan tim mendatangi kediaman Nenek Tunjung dan membawa sejumlah bantuan berupa satu paket sembako dan sejumlah uang tunai.

Dia mengaku mendapat informasi itu dari masyarakat. Setelah mendapat informasi itu, dia langsung bergegas menuju rumah Nenek tersebut untuk meninjau sekaligus memberikan bantuan.

“Semoga bantuan yang kami berikan meskipun gak banyak mungkin dapat membantu meringankan bebannya,” demikian Herry. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!