Data A1, ini Bukti Proyek Jalan Bunibakti-Huripjaya Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

oleh -384 views
Proyek pembuatan Jalan Desa Bunibakti-Huripjaya di Kecamatan Babelan

LENSA POTRET : Proyek pembuatan Jalan Desa Bunibakti-Huripjaya di Kecamatan Babelan mulai mengalami keretakan pada permukaan jalan. Padahal jalan itu baru saja selesai dikerjakan pada Desember 2020.

Berdasarkan pantauan Lensa Potret di lapangan, selain mengalami keretakan, jalan pun bergelombang atau permukaannya tak rata.

Diduga terdapat ketidaksesuaian dengan spesifikasi pada perjanjian kontrak kerja sama jika dilihat dari kondisi faktual di lapangan.

Pada proyek senilai Rp2.612.481.073 yang bersumber dari PAD Tahun Anggaran 2020, LSM Jaringan Organisasi Keadilan Rakyat (Joker) menemukan perbedaan spesifikasi pada kontrak kerja sama dan verifikasi faktual di lapangan.

Ketua Umum DPP Joker, Yudi Prawira, membandingkan dokumen Surat Penunjukan Penyedia (SPP) Nomor 602.1/264/SPP/PJL-DSDABMBK/2020 dengan kondisi lapangan.

Pada hasil investigasi LSM JOKER yang kerap terdepan dalam urusan membantu masyarakat itu, ada dugaan pengurangan pengerjaan pada mutu beton jalan, pengerjaan lantai kerja, dan lainnya.

“Untuk pengerjaan mutu beton K-350 yang seharusnya dikerjakan dengan ketebalan 25 sentimeter tapi dikerjakan hanya 16 sentimeter, berarti yang hilang itu ada 9 sentimeter. Sekarang tinggal kita hitung saja, Panjang 1.150 x Lebar 5 x Tinggi 0,09 = 517,5 berarti yang diduga dikorupsi itu ada 517.5 kubik beton K-350,” kata Yudi, Minggu (7/2/2021).

“Jika kita lihat di dokumen yang ada untuk harga beton K-350 itu senilai Rp1.343.591 per kubik, tinggal dikalkulasi dengan beton yang hilang sebanyak 517,5 m3 di kali harga perkubiknya itu Rp1.343.591, berarti total yang diduga dikorupsi itu senilai Rp695.308.342,” bebernya.

Belum sampai di situ, pengerjaan lantai kerja (K-BO) yang seharusnya dikerjakan dengan ketebalan 5 sentimeter tapi dikerjakan hanya 2 sentimeter. Kemudian, banyak besi dowel dan tie bars yang tak dipasang.

“Jika kita total keseluruhan udah berapa miliar itu yah?” tanya dia.

Penegak hukum harus tegas

Yudi meminta penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Cikarang, Inspektorat Kabupaten Bekasi, dan Polres Metro Bekasi mengusut kasus itu sesegera mungkin.

“Kami sangat menyayangkan penghambur-hamburan uang negara, karena faktanya proyek itu dikerjakan asal-asalan. Kami juga menyayangkan kinerja Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Bekasi yang lemah dalam pengawasan di lapangan,” kata dia.

Dia mengaku, setiap kali timnya kroscek ke lapangan, pada saat pengerjaan berlangsung tidak pernah terlihat ada pengawas dari dinas terkait.

“Tim kami itu selalu standby di lokasi dari awal pengerjaan hingga akhir,” tegas dia.

“Pejabat Kabupaten Bekasi, terutama dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi serta pihak kontraktor harus dimintai pertanggungjawabannya,” kata dia.

Warga setempat yang enggan menyebut identitasnya mengatakan proyek jalan tersebut sudah menjadi buah bibir dari banyak orang sejak awal pengerjaan tetapi tidak ada perbaikan.

“Sebenarnya proyek tersebut dari awal dikerjakan sudah dipersoalkan oleh banyak pihak, tapi oleh kontraktor tidak ada perbaikan,” ucap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Perbandingan spesifikasi dengan temuan di lapangan

  1. Pengerjaan mutu beton jalan K-350 NFA

Temuan di lapangan: ketebalan 16 sentimeter

Spesifikasi kontrak: ketebalan 25 sentimeter

  1. Pengerjaan lantai kerja K-BO

Temuan di lapangan: ketebalan 2 sentimeter

Spesifikasi kontrak: ketebalan 5 sentimeter

Data Lengkap

Nama kegiatan: Pembangunan Jalan Kabupaten (Dana Insentif Daerah)

Nama Pekerjaan: Belanja konstruksi pembangunan Jalan Desa Buni Bakti-Hurip Jaya (Kp. Sembilangan – Buni Bakti)

Sumber Dana: PAD TA 2020

Harga Kontrak: Rp2.621.481.073

Waktu Pelaksanaan: 32 hari kalender

Mulai: 17 November 2020

Selesai: 18 Desember 2020

Penyedia: PT Mustika Prima Anugerah

 

PENULIS : REDAKSI

Komen yang sopan ya..!!!