Kades Babelan Kota Beri Hadiah untuk Endang, Guru Ngaji yang Mengabdi Selama 40 Tahun

oleh -467 views
Kepala Desa Babelankota, Saidih, saat menyambangi kediaman Pak Endang.

LENSA POTRET : Empat puluh tahun bukanlah waktu yang singkat dalam kehidupan manusia. Jika dalam setahun ada 365 hari, maka dalam 40 tahun tak terhitung lagi banyaknya hari yang dilewati.

Selama itulah Endang (70 tahun) telah mengabdi di Desa Babelankota, Kecamatan Babelan, untuk mendidik putra-putri di sana agar dapat membaca Al-Qur’an.

Endang dikenal sebagai guru ngaji yang sederhana, sabar, dan ikhlas dalam menjalani profesi luhur itu.

Anak-anak yang pernah tumbuh di Babelankota, pasti pernah dididik oleh Endang yang bernaung di sebuah rumah sederhana di Kampung Babelan RT 016 RW 03, Dusun 1.

Selain mengajar baca-tulis Al-Quran, dan tajwid. Endang juga piawai dalam urusan kitab kuning. Anak-anak remaja pun menimba ilmu kepadanya. Selama dia mengabdi, Endang tak pernah meminta imbalan sedikit pun.

Akan tetapi kehidupan pria asal Tasikmalaya itu berubah drastis. Istrinya meninggal dunia 2 (dua) bulan yang lalu saat berada di kampung. Endang bahkan tak dapat melihat jenazah orang yang dicintainya pada saat-saat terakhir.

Kemudian, sejak 3 bulan lalu Endang menderita kecelakaan. Dia terjatuh di kamar mandi dan mengalami saraf terjepit.

Karena itu, dia tak dapat lagi beraktivitas seperti biasa. Untuk melangkah saja, tubuhnya sudah tak mampu.

Kabar itu ternyata sampai ke telinga Kepala Desa Babelankota, Saidih, yang akrab disapa Davit.

Saidih yang pada pilkades kemarin kembali terpilih sebagai kepala desa menyambangi kediaman Endang pada Minggu (11/4/2021).

Kedatangan orang nomor satu di desa itu membuat Endang terharu. Bagaimana tidak, Saidih membawa kursi roda untuknya. Hal itu dapat membuat Endang beraktivitas kembali.

“Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih,” ucap Endang.

“Semoga Bapak Kepala Desa Babelankota makin jaya, makin maju, dan tetap selalu mengayomi masyarakat,” sambung dia.

Kepada media, Saidih menjelaskan kedatangannya ke rumah guru ngaji itu untuk karena panggilan hati dan juga silaturahmi sebagai kepala desa.

“Kami wajib melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Mereka adalah saudara kita, namun kondisinya sangat memprihatinkan. Mengingat inilah, sangat patut mereka kita berikan bantuan,” sambungnya.

Ia menambahkan, sebagai Kepala Desa Babelan Kota sudah semestinya kami harus peka terhadap perkembangan situasi yang ada di wilayah dan dapat membantu kesulitan yang dihadapi oleh warga masyarakat.

“Sehingga akan menumbuhkan kepercayaan terhadap Pemerintahan Desa Babelan Kota,” ungkapnya.

Terpisah, Herry ZK selaku tokoh pemuda Babelan mengatakan, pekerjaan mulia para guru ngaji terkadang luput dari perhatian kita semua. Mereka rela menyita waktu demi mendidik ilmu dasar agama, kepada murid-muridnya. Dengan harapan kelak, ilmu tersebut dapat menjadi pondasi kuat yang menuntunnya kepada jalan kebaikan bagi diri pribadi, keluarga, agama dan bangsa.

“Dibalik semua itu, sebenarnya apa yang dibaktikan oleh guru-guru ngaji turut membantu pula pekerjaan pemerintah. Di mana terbangun suatu upaya, bahwa segenap masyarakat harus pula mendapatkan pendidikan dasar agama, mendampingi pendidikan umum,” jelasnya.

“Mengajar ngaji Al Quran dan memberikan ilmu agama bagi anak-anak dilakukannya tanpa meminta imbalan sepeser pun.  Saya tau itu karena saya pernah jadi muridnya. Beliau hanya mencari ridha untuk mencetak generasi muda yang berakhlak baik. Daripada harus meminta-minta, ia lebih memilih memberikan manfaat bagi anak-anak Babelan. Mengingat dewasa ini, banyak anak yang terjerumus dalam perbuatan negatif seperti narkoba dan minuman keras. Sehingga beliau khawatir anak-anak di Babelan terjerumus,” tutupnya. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!