Kasihan Warga Desa Babelan Kota, Kebanjiran Terus Meski Gak Ada Hujan, JOKER Minta Dani Ramdan dan Jajaran Bertindak Cepat

oleh -19.987 views

LENSA POTRET : Kali Baru dan Kali DT8 yang berada di wilayah Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi biang keladi permasalahan di wilayah tersebut.

Kali Baru dan Kali DT8 yang semula lebar menjadi semakin sempit, tak hanya itu kali juga mendangkal. Masih ada lagi, drainase yang tersumbat lantaran banyak bangunan liar di sepanjang bantaran Kali Baru dan Kali DT8.

Akibatnya, warga yang menderita. Jalan lingkungan seolah ‘banjir abadi’, tiada hujan tapi terus tergenang air. Warga dengan terpaksa harus mengakrabkan diri dengan kondisi itu.

Ketua RT 24/03, Desa Babelan Kota, Syamsul Bahri, menjelaskan akibat genangan air itu jalan jadi cepat rusak.

“Genangan air ini berasal dari air di Kali Baru yang tengah pasang, apalagi kalau ditambah ada hujan, ini kampung udah seperti danau. Jadi lambatnya aliran air di lingkungan permukiman warga ini karena banyak drainase yang tidak berfungsi karena tersumbat,” kata dia, Kamis, 23 Juni 2022.

“Antara badan jalan dengan kali itu tinggian kali, sehingga airnya meluap ke lingkungan warga. Lihat tuh, kali makin sempit dan kecil,” jelas dia.

Dia berharap pertama-tama perbaiki dulu jalan lingkungan dan saluran air. Tapi, harapan ya cuma harapan, belum ada sedikit pun langkah dari pemerintah.

“Sering diusulkan dari tahun ke tahun, tiap Musrenbang, tapi mana hasilnya, nihil semua,” jelas dia.

Urzaiz, 42 tahun, warga setempat menambahkan jalan linkungan ‘banjir abadi’ itu butuh perhatian pemerintah karena merupakan akses utama menuju Pasar Babelan dan sarana pendidikan.

“Kami masyarakat meminta setidaknya ada perbaikan di sini, seperti perbaikan jalan lingkungan, drainase dan normalisasi di Kali Baru dan Kali DT8,” kata dia.

“Bangunan liar yang ada di sepanjang Kali Baru dan Kali DT8 itu juga harus ditertibkan karena bikin lingkungan semrawut. Cek aja pedagang liar ngebangun permanen di bantaran kali, buang sampah dan limbah lainnya juga pada ke kali,” sambung dia.

Dia berharap para pejabat pemerintah jangan cuma hanya janji saja tapi tidak ada realisasi sedikitpun. Karena kondisi ini tidak terjadi sebentar, tetapi sudah cukup lama.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Jaringan Organisasi Keadilan Rakyat (JOKER), Herry ZK, mendorong pemerintah untuk segera bertindak cepat, baik dari Perum Jasa Tirta (PJT) dan Pemkab Bekasi.

“Kalau kali dan bantarannya kan tanggung jawab PJT, jalan lingkungan di Pemkab Bekasi. Pak Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan sedang giat-giatnya kerja, saya harap ini juga harus menular ke pejabat lain di dinas dan kecamatan,” jelas dia.

“Jangan nunggu viral baru bertindak, masa kerja harus berdasarkan viral melulu. Pejabat harus proaktif, setiap ada aduan dari masyarakat harus ditanggapi dan ditindaklanjuti,” tegas Herry.

Herry menekankan ada 4 hal yang harus dilakukan pihak-pihak terkait untuk mengakhiri penderitaan warga Desa Babelan Kota.

“Pertama bangunan liar di sepanjang bantaran Kali Baru dan Kali DT8 harus ditertibkan. Kedua, Kali Baru dan Kali DT8 juga harus dinormalisasi sepanjang 2 kilometer,” jelas dia.

“Ketiga, jalan lingkungan warga harus diperbaiki. Dan keempat drainase permukiman warga harus dibenerin, jangan sampai ada yang tersumbat,” jelas dia.

Dia berharap para pejabat Pemkab Bekasi di bawah pimpinan Dani Ramdan dapat bergerak cepat dan segera.

“Gak ada yang susah kalau emang pada mau pejabatnya. Itu Pak Pj Dani Ramdan aja bisa benerin jalan yang gak ada di DPA dengan kolaborasi sama pengusaha. Yang ini masa gak bisa?” tanya dia sekaligus mengakhiri wawancara. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!