Multi Peran Babinsa Dalam Pengawalan Rice Mill Pasegeran

oleh -600 views

BANJARNEGARA – Misi ganda pasti dialami seorang Babinsa jika desa binaannya ketempatan hajatan sebesar TMMD, terlebih hajatan ini adalah TMMD Reguler, karena Kabupaten yang melaksanakan hajatan pembangunan, akan mendapatkan program yang sama dari TNI 3 tahun kemudian. Sehingga untuk Banjarnegara, akan mendapatkan program serupa dari TNI pada tahun 2021. Minggu (15/7/18)

Selain tugas pokok dalam UPSUS (Upaya Khusus) mewujudkan swasembada pangan nasional maupun daerah, dengan perbantuan kepada Bulog Banjarnegara, menyerap gabah dari para petani maupun pemilik rice mill.

Babinsa juga dituntut memaksimalkan seluruh potensi wilayahnya untuk mensukseskan pembangunan TMMD, baik pemaksimalan pengerahan warga maupun pemaksimalan potensi sumber daya alam dalam memastikan ketersediaan material bangunan sebagai bahan baku utama pembangunan fisik TMMD Reguler.

Adalah Serda Suwondo, Babinsa Desa Pasegeran Koramil 06 Kalibening Kodim 0704 Banjarnegara. Saat ini dese binaannya, Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum sedang menggelar hajatan TNI Kodim Banjarnegara. Sehingga dirinya kini melakoni peran ganda tersebut.

Dirinya mendatangi rice mill milik Susanto (44) warga Rt. 02 Rw. 03 Dusun Kroya Desa Pasegeran, untuk melakukan pengecekan kerusakan terhadap alat rice mill (penggilingan padi) milik salah satu warga binaannya, yang masih menggunakan alat giling sederhana.

“Tugas ini adalah salah satu pekerjaan dari seorang Babinsa. Babinsa semaksimal mungkin membantu pemerintah (Bulog) menyerap beras petani atau pemilik penggilingan padi sebanyak-banyaknya dalam menciptakan Banjarnegara dan Jawa Tengah yang berdaulat pangan,” terangnya.

Selain itu upayanya adalah mensukseskan niat pemerintah yang berusaha menstabilkan harga beras di pasar dengan mengurangi import beras. Babinsa juga berperan membantu pengawalan ketersediaan sarana produksi, pupuk dan benih dengan malaksanakan pendampingan kepada para petani atau kelompok tani.

Termasuk mengawal penjualan gabah petani ke Perum Bulog Bajarnegara. Jika ada kerusakan dari alat penggilingan padi, Babinsa juga harus bergerak cepat nelaporkan hal ini kepada Komandan Kodim 0704 Banjarnegara, Letkol Inf. Bagas Gunanto untuk diterusakan ke Dintan Kabupaten Banjarnegara dengan solusi.

“Pemutakhiran rice mill juga menjadi prioritas disini, mengingat Pasegeran sebagian besar penduduknya adalah petani padi. Sehingga dengan perbaruan mesin penggiling, diharapkan beras para petani akan terjaga kulitasnya sehingga memenuhi standart Bulog,” tandasnya.

Jangan sampai negara impor beras dari luar negeri, karena negara luar menginginkan Indonesia terus mengimport beras. Untuk itu sekarang ini, Bulog yang dibantu Kodim turun langsung membeli gabah para petani.

Dengan cara ini kehidupan para petani padi Pasegeran diharapkan akan lebih meningkat kesejahteraannya.

Selain tugas pertanian tersebut, Babinsa tersebut juga harus ekstra dalam pengawalan material untuk pembangunan fisik TMMD. Termasuk berimprovisasi dengan perangkat desa guna memaksimalkan sumber daya alam diwilayahnya, seperti bersama warga mencari batu kali dan gunung serta, mencari pasir sungai maupun kayu hutan dan kelapa yang akan digunakan dalam merehab 10 Unit rumah warga.(Red)

Komen yang sopan ya..!!!