Totalitas Bidan Persit Dalam Pengobatan Massal TMMD Banjarnegara

oleh

BANJARNEGARA – Dalam acara pembukaan maupun penutupan TMMD biasanya masyarakat identik dengan pengobatan massal maupun pasar murah. Sasarannya tentu masyarakat di daerah terpencil yang kurang mendapat fasilitas kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.

Dilokasi gelaran TMMD Reguler 102 Banjarnegara, kegiatan sosial selain pelayanan KB Kes juga dilaksanakan pengobatan gratis kepada warga Desa Pasegeran dan sekitarnya di wilayah Kecamatan Pandanarum.

Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara melalui Puskesmas Kecamatan Pandanarum, Tim Kesehatan dari FKTP Kodim Banjarnegara yang dipimpin oleh Pelda Mahmudin, juga mendapatkan perkuatan tenaga dari salah satu anggota Persit Kodim Banjarnegara dalam melayani puluhan masyarakat yang berobat.

Linna Robianingsih (29), isteri dari Babinsa Pasegeran Serda Suwondo, yang juga merupakan Bidan desa tersebut, terlihat sabar melayani pasien yang membludak. Puluhan warga yang salah satunya adalah Supratin (44) warga Dusun Penanggunggan Rt. 01 Rw. 06 Desa Pasegeran, merasa ikut mendapatkan berkah dari adanya TMMD melalui pengobatan gratis.

Berdasarkan data, tercatat 66 warga Desa Pandanarum dan sekitarnya yang berobat, meliputi 20 lai-laki dan 46 perempuan. Angka ini termasuk anak-anak didalamnya. Masyarakat yang datang sebagian besar adalah anak-anak dan dewasa tua dengan penyakit yang beragam, namun tetap saja penyakit degeneratif seperti darah tinggi, penyakit kulit, batuk dan pilek (common cold) adalah sebagai penyakit mayoritas. Penyakit lainnya adalah maag dan astma, diare dan infeksi saluran pernafasan atas. Keluhan dan diagnosa cenderung merata (homogeny) di Desa Pasegeran ini.

*Pengobatan Massal Diserbu Warga*

Alasan utamanya adalah gratis dan tidak ribet. Itulah salah satu alasan kenapa pengobatan massal selalu banyak dikunjungi oleh masyarakat. Dibanding jika harus ke puskesmas, rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya yang mengharuskan seseorang untuk mendaftar, memiliki KTP dan kartu sehat (BPJS Kesehatan).

Bagi yang ingin gratis, rujukan acapkali dianggap ribet, obat-obatan yang mahal bagi kantong masyarakat dengan ekonomi rendah, maka pengobatan massal seperti berkah.

Selain itu pengobatan massal selalu menyisir daerah terpencil yang masih jauh dari fasilitas kesehatan, tentunya daerah terpencil akan lekat dengan masyarakat ekonomi rendah serta tingkat pendidikan rendah, sehingga tentu saja pengobatan massal menjadi idola dan selalu dipenuhi masyarakat untuk berobat dengan harapan tinggi penyakitnya dapat disembuhkan.

Bagi pihak penyelenggara sendiri, banyaknya masyarakat yang dapat untuk berobat akan disambut dengan senang hati. Ini adalah salah satu upaya perbantuan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatannya.

Pengobatan massal ini merupakan salah satu tindakan kuratif untuk mengobati sakit dan keluhan di masyarakat. Namun ternyata dalam proses pengobatan pada lingkup kesehatan masyarakat, tindakan kuratif tetap harus disertai dengan tindakan promotif dan preventif. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!