Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Polrestro Bekasi Gelar Rakor Pengamanan

oleh

LENSA POTRET – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, Polres Metro Bekasi Kabupaten menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan mengumpulkan para tokoh agama dan masyarakat. Hal ini guna menciptakan suasana damai saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara, Sik,MH.

Dengan didampingi oleh Kasat Binmas Polrestro Bekasi AKBP YS Muryono, Kasat Intelkam Polrestro Bekasi AKBP Yuli Haryudo, Kabag Ops Polrestro Bekasi AKBP Nurdi Satriaji.

Dihadiri juga oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Dansub Denpom Jayakarta/2-3, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, Satpol PP Kabupaten Bekasi, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, perwakilan dari pengurus-pengurus Gereja se-Kabupaten Bekasi, FKUD, NU, Muhammadiyah, Banser, Angsor, Forum Pembaharuan, dan BCM.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menjelaskan bahwa dalam rangka pengamanan perayaan natal dan tahun baru 2018 pihak kepolisian akan melaksanakan operasi yakni Operasi Lilin Jaya 2017 yang berlaku mulai tanggal 23 Desember 2017 hingga tanggal 1 Januari 2018.

“Rapat koordinasi ini dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru agar tercipta situasi yang kondusif antarumat beragama sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru dapat terlaksana dengan damai, aman dan lancar sesuai harapan kita bersama,” kata Candra, pada saat memimpin rapat koordinasi di ruangan rapat kerja Polrestro Bekasi, Sabtu (16/12/2017).

Dalam rapat koordinasi tersebut disepakati untuk menggandeng ormas Islam dalam pengamanan natal dan tahun baru.

“Untuk jumlah pasukan yang akan melakukan pengamanan nantinya dari anggota internal pihak kepolisian sejumlah 600 orang dan 5000 pasukan dari anggota Angsor Jawa Timur,” ujarnya.

Selain mengamankan giat perayaan natal dan tahun baru, Polrestro Bekasi juga telah membentuk Satgas Pangan dalam mengantisipasi kelangkaan dengan adanya penimbunan dari oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab.

“Tim yang dibentuk bertujuan untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan terhadap ketersediaan pangan maupun kesetabilan harga,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan adanya pembentukan Satgas ini nantinya kedepan terus dipantau dan membuat laporan setiap harinya. “Kita juga akan memonitor masalah kesehatan dan keselamatan pangan, itu tugas kita bersama,” katanya.

Candra menegaskan, dalam penangganan masalah jika ada penyimpangan tetap mengedepankan himbauan dan peringatan.

“Tapi kalau memang sudah tidak bisa, mau tidak mau dilakukan penindakan tegas,” jelasnya. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!