,

Jelang Pilkades, Tridayasakti di Isukan Pangkas Dana Rutilahu

oleh

LENSA  POTRET – Suwardi Wada Kepala Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi membantah adanya dugaan pemangkasan anggaran rumah tidak layak huni (Rutilahu) di desanya.

Suwardi Wada, selaku kepala desa menegaskan bahwa kabar pemotongan dana Rutilahu sebesar Rp1,5 juta per-rumah, oleh pelaksana kegiatan (PK) adalah untuk biaya tak terduga, seperti kekurangan bahan matrial dan pekerja bangunan, kuli.

“Menurut pengakuan PK ke saya, uang Rp1,5 juta itu untuk persiapan kalau ada biaya kekurangan bahan matrial dan para tukang (Pekerja bangunan),” jelas Suwardi, pagi tadi, Senin (22/1/2018).

Sementata itu, Suwardi juga telah mengintruksikan PK untuk mengembalikan dana Rp1,5 juta ke masing-masing penerima manfaat yang ada.

“Alhamdulillah, setelah saya intruksikan ke PK nya, si PK langsung mengembalikan uang nya yang Rp1,5 juta pada tanggal 8 Januari lalu,” tegas Kades berbadan tegap tersebut.

Kades Tridayasakti sendiri juga siap jika sewaktu saat PK nya akan diperiksa dan membuktikan kebenarannya oleh pihak terkait dan yang dirugikan. “PK siap membuktikan kalau Rutilahu di Desa Tridayasakti tidak ada pemotongan,” pungkasnya.

Dirinya juga menuturkan, bahwa berita yang beredar luas terkait dugaan pemangkasan dana Rutilahu itu adalah sebagian serangan-serangan politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Agustus mendatang.

“Mungkin hanya oknum-oknum yang membuat ramai berita seperti itu, biasalah, menjelang Pilkades. Mungkin memang bertujuan menjatuhkan nama saya di Pilkades ini,” tukasnya. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!