Bansos Kabupaten Bekasi ada Foto Bupati, Warga : Memangnya ini Musim Kampanye Pak ?

oleh -828 views

LENSA POTRET : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menjanjikan akan menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial terhadap warga yang terdampak pandemi corona (Covid-19) secara merata.

Ada sebanyak 53.546 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemkab Bekasi sebesar Rp 16 miliar saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Rabu 15 April 2020.

“Ada tujuh pintu bantuan yang akan diterima selama berlangsungnya sistem PSBB ini,” ujar Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, Senin (13/4/2020).

Dijelaskannya, ke-tujuh bantuan tersebut yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Prakerja untuk pengangguran dan PHK. Selain itu, Bansos Presiden, Dana Desa, Dana Sosial Provinsi, dan Dana Sosial Kabupaten/Kota sekitar yang memberlakukan PSBB.

“Kami memastikan bantuan yang diterima oleh warga tidak akan terjadi duplikasi,” ungkapnya.

Namun, ada yang berbeda dari penyaluran bansos di Kabupaten Bekasi daripada di daerah-daerah lain yang juga memberikan bantuan sosial berupa sembako. Hal berbeda tersebut ialah adanya pemasangan Foto Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja pada bungkusan beras 5 kg, sarden, minyak goreng, mie instan dll.

Menanggapi hal tersebut, Hendra Sunaryo warga Babelan yang juga Ketua DPP LSM JOKER mengungkapkan, jangan sampai di saat pandemi Covid-19 ini Bupati Bekasi malah mencoba ber- ‘kampanye’ dengan memanfaatkan APBD Kabupaten Bekasi dll.

“Yang jadi pertanyaan itu bantuan dari BUMN apa dari Pemkab Bekasi, soalnya itu sembako bermerek BUMN. Intinya hal yang seperti itu gak etis, saat situasi masyarakat sangat membutuhkan bantuan tiba-tiba Bupati datang memberikan bantuan dengan mengatasnamakan Pemkab Bekasi, tapi disitu kan ada foto dia (Bupati) terpampang besar seakan-akan dia pahlawan bagi rakyatnya,” ucapnya, Minggu (19/4/2020).

Hendra juga menambahkan bahwa di situasi seperti ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi jangan membuat masyarakat bertanya-tanya dan bingung.

“Memangnya ini musim kampanye pak? Sampai-sampai bantuan sembako untuk masyarakat segala dipasangi stiker foto Bupati, bantuan itu kan makai uang negara, bukan uang pribadi Bupati. Pilbup┬ámasih lama pak, kalau mau tebar pesona itu ntar tahun 2024, kalau begini kan masyarakat juga jadi pada bingung, dikiranya nanti pasti lagi kampanye, padahal musim pemilihan bupati juga masih lama,” ujarnya. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!