Selain Dikeluhkan Warga, Pabrik Thinner di Babelan Diduga Cemari Lingkungan

oleh

LENSA POTRET – Sejumlah Warga mengeluhkan adanya pembuangan limbah diduga B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari pabrik pembuatan thinner di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Pasalnya, limbah dari perusahaan tersebut tengah mencemari lingkungan.

Hendra (29) salah satu warga yang rumah nya tidak jauh dari pabrik tersebut, mengatakan bahwa limbah berupa cairan berwarna kemerahan dan kehitam yang di buang ke sungai dan solokan (got) warga itu mengeluarkan aroma tak sedap‎.

“Limbahnya itu di buang ke kali dan solokan warga. Bau limbahnya sangat menyengat sehingga warga di sini banyak yang mengalami sesak nafas. Belum lagi limbah ini masuknya ke-penyerapan air, mayoritas warga di sini menggunakan sumur bor, dampaknya warga mengalami gatal-gatal,” ujarnya, Sabtu (25/11/2017).

 

Pencemaran sungai diduga didasari lalainya perusahaan, yang tidak memperhatikan aspek lingkungan. Pihak perusahaan diketahui tidak memiliki instalasi pengelolaan limbah cair, selain itu Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang dimiliki perusahaan cacat prosedur.

“Proses penyulingan thinner di sini sangat menghawatirkan lingkungan sekitar karena tidak memenuhi standar keamanan, seperti bangunan yang hanya terbuat dari bambu dan kayu, bukan beton, pembuangan sisa pembakaran juga di buang begitu saja tanpa adanya penampungan yang layak, dan yang sangat kami  kawatirkan mesin atau alat penyulingan-nya itu langsung menempel di dinding kayu,” jelasnya.

Mengingat banyaknya kejadian yang menimbulkan banyak korban seperti yang terjadi baru-baru ini, pabrik mercon salah satu contoh perusahaan yang tidak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, jangan sampai sudah terjadi baru bertanya “salah siapa??”, apa gunanya nasi sudah menjadi bubur,” tutupnya. (Red)

Komen yang sopan ya..!!!