Jelang UNBK, Pungli di SMPN 1 Babelan Juga Mencekik Anak Yatim-Piatu

oleh -1.184 views

LENSA POTRET : Sejumlah orangtua siswa SMP Negeri 1 Babelan mengeluhkan mahalnya pungutan biaya untuk mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2020 mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, pungutan wajib untuk pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut dipatok harga sebesar Rp330 ribu /per siswa, sedangkan untuk anak yatim-piatu dikenakan biaya minimal sebesar Rp200 ribu /per siswa.

Menurut keterangan dari salah satu orangtua siswa, GZ (45) mengaku keberatan dengan beban biaya yang harus ia tanggung atas permintaan dari komite dan pihak sekolah melalui tangan Paguyuban Orangtua Siswa (POTS), karena nominal uang yang diminta cukup besar.

“Jujur, waktu kami di undang rapat itu sangat keberatan dengan jumlah nominal yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah dan komite melalui pengurus POTS. Apalagi pembayaran paling lambat bulan Desember sudah harus lunas, pas pengambilan rapot. Pungutan itu harus dihapuskan, karena sangat memberatkan kami dan ditambah anak yatim-piatu juga dibebankan biaya minimal sebesar Rp200 ribu, ini sudah sangat keterlaluan,” beber GZ, Senin (2/12/2019).

GZ pun mempertanyakan, bukankah perlengkapan UNBK pada umumnya dipenuhi oleh pemerintah sebagai bentuk sarana pendidikan untuk para siswa. Jadi, pungutan itu, kata dia, bisa dibilang ilegal dan sangat memberatkan orangtua siswa.

“Jumlah siswa kelas IX itu keseluruhan-nya ada 481 orang murid. Jika per siswa dipungut biaya sebesar Rp330 ribu x 481 total-nya aja udah Rp.158.730.000,” ujarnya.

Menurut GZ, kebijakan pungutan untuk UNBK itu atas dasar inisiatif Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah.

“Itu bendahara komite yang ngumpulin duit kelas IX, jadi setiap kelas IX ada bendahara, kalau duitnya udah pada kumpul baru dikasih ke Ketua Komite SMPN 1 Babelan terus diatur dah jatahnya sama pihak sekolah,” cetusnya.

Sementara, Kepala Sekolah Neneng Harti Suswati dan Ketua Komite SMPN 1 Babelan H.Nisan ketika dimintai klarifikasinya terkait hal tersebut hingga saat ini belum menjawab. (A.F)

Komen yang sopan ya..!!!