Lagi-lagi KPM PKH Dipaksa Untuk Membuat Pernyataan Bohong

oleh -826 views
Sumber Ilustrasi : Google

LENSA POTRET : Soal dugaan penyelewengan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bekasi, lagi-lagi oknum pendamping PKH diduga terus bermanuver dengan berbagai cara agar lolos dari jeratan hukum.

Kali ini di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi. Dimana para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH diajarkan untuk membuat pernyataan atau statement bohong bahwa permasalahan tentang program PKH di wilayah desa tersebut hanyalah sebuah kesalah pahaman dari KPM.

“Jadi para KPM PKH itu disuruh baca teks surat yang sudah dibuat oleh oknum pendamping PKH yang mana KPM ini disuruh untuk berbicara bohong, sambil di video’in oleh oknum pendamping. Pernyataannya itu bahwa seolah-olah KPM yang salah dan KPM disuruh untuk minta maaf ke pendamping-nya serta ke pengurus PKH pusat dan kabupaten,” kata Ka.bid Investigasi DPP JOKER, Muchtar, Rabu (3/6/2020).

Salah satu KPM PKH berinisial SM, mengatakan. “Saya disuruh ngomong (oleh pendamping PKH) bahwa saya menyatakan mau minta maaf ke PKH Pusat dan se-Kabupaten Bekasi, dan bahwa berita yang beredar…….… kelanjutannya saya lupa pak. Jadi kita mah cuma disuruh baca surat doang,” ungkapnya.

Terkait buku tabungan, SM mengatakan bahwa semenjak mendapatkan bantuan PKH dirinya tidak pernah diberikan buku tabungan hingga saat ini oleh oknum pendamping. Malahan, SM diminta untuk membuat pernyataan bohong jika buku tabungan miliknya itu hilang atau hanyut terbawa banjir.

“Emang dari awal dapat PKH kita mah gak pernah dikasih buku tabungan, lah ini mah kita malah disuruh ngomong bohong kalau buku tabungannya itu kita yang ngilangin pas lagi banjir,” ujarnya.

Terakhir Ia menyebutkan soal struk belanja/pengambilan uang, dirinya juga dipaksa untuk berbohong bahwa setiap ada pencairan dana PKH selalu diberikan struk. Padahal setiap kali ada pencairan dana PKH yang dilakukan oleh oknum pendamping tersebut, KPM tidak pernah diberikan bukti struk apapun.

“Kalau ada pencairan emang kita mah gak pernah dikasih gitu-gituan (struk bukti pencairan uang), taunya mah kita dikasih duit doang, ‘nih ibu mah dapatnya segini’, yah kita mah terima aja, orang dia yang ngambilin itu duit,” tutupnya.

Dicurigai bahwa pernyataan-pernyataan bohong tersebut akan digunakan oleh oknum pendamping PKH untuk dasar laporan ke Kementerian Sosial sebagai bukti bahwa di wilayah Desa Sukamekar hanyalah persoalan kesalahpahaman, untuk menutupi intrik yang dilakukan oleh oknum pendamping PKH di wilayah desa tersebut. (RF/A.FARIZAL)

Baca Berita Sebelumnya :

  1. Data Penerima PKH & BPNT Terkesan Ditutupi, JOKER : Jangan-jangan Ada Udang di Balik Batu
  2. Penyelewengan Dana PKH di Kabupaten Bekasi Mulai Terungkap ?
  3. Soal Kasus PKH di Bekasi, Ombudsman RI Sebut Ada Tindak Pidana yang Dilakukan Oknum Pendamping
  4. Waduh, Soal Kasus PKH di Bekasi KPM Disodorkan Surat Pernyataan
  5. Mahasiswa Minta Kasus Penyelewengan Dana PKH Segera Diusut Tuntas
Komen yang sopan ya..!!!